Syukur alhamdulillah, pada hari Jumat, 21 Mei 2010, kami para dosen IAIN dan UNIMED mengikuti Lokakarya Pendidikan Jarak Jauh yang dilaksanakan oleh DBE2 Medan. Kegiatan ini dipandu oleh Bu Bodro dan pak Gora dari DBE2 Jakarta. semoga kegiatan ini bermanfaat dalam pengembangan pembelajaran di Fakultas Tarbiyah IAIN SU. Dari Fakutas Tarbiyah turut ikut acara ini adalah pak Dekan, Irwan Nasution, dan PD1, pak prof. Syafaruddin, Rusydi ananda, ihsan satrya, candra wijaya, fibri, rahma fitriani, sakholid, dan muhammad nuh.
Peningkatan Kemampuan Berbahasa Lisan
Peningkatan Kemampuan Berbahasa Lisan
Tujuan:
ü Agar anak-anak mampu memahami pembiacaraan orang lain baik langsung maupun lewat media
ü Agar anak-anak mampu mengungkapkan pikiran dan perasaan mereka secara lisan
Peran Guru
Setiap anak memiliki kesempatan untuk belajar dan mengajar (menjelaskan, mengemukakan pendapat, bertanya, menjawab pertanyaan, dan sebagainya)
Guru dan murid bertanggung jawab untuk mengajikan informasi.
Anak diberi dorongan untuk mengemukakan pandangan dan pendapatnya.
Diskusi sebagai media
Ø Melalui diskusi anak didik dilatih memberikan kritik yang konstruktif.
Ø Kritik yang konstruktif adalah kritik yang mengandung pemecahan masalah.
Ø Dalam memberikan kritik hendaklah dijaga tata krama (kesopanan)
Ø Yang menerima kritik harus bersikap terbuka agar dapat memanfaatkan kritik konstruktif tersebut.
Ø Dengan suasana demikian, akan timbul sikap tenggang rasa dan saling menghormati.
Proses Menyimak
• Keberhasilan menyimak ditentukan oleh dua kondisi:
1. guru harus memberikan teladan sebagai penyimak kritis dan pembicara efektif
2. setiap murid yang berpartisipasi dalam diskusi harus memiliki informasi tertentu yang akan disampaikan kepada teman-temannya.
• Saling memberi dan menyampaikan informasi, pendapat, atau gagasan merupakan faktor utama mencapai keberhasilan diskusi.
• Pemahaman menyimak menjadi lebih mudah jika penyimak mengetahui konteks wacana yang disimaknya.
• Penyimak yang berhasil adalah mereka yang dapat memanfaatkan baik pengetahuan yang ditangkap dari wacana maupun pengetahuan yang telah mereka miliki yang berhubungan dengan materi yang mereka simak (Nunan, 1991:18)
• Dalam menyimak tidaklah harus memusatkan perhatian pada setiap kata yang disimak
• Tidak tertangkapnya informasi dari yang disimak mungkin disebabkan oleh kurang perhatian, tidak tertarik pada topik yang disimak, atau kurang efisien dalam menyimak.
• Faktor penting dalam menyimak ialah keterlibatan penyimak dalam berinteraksi dengan pembicara.
Kesulitan dalam menyimak (menurut Anderson dan Lyneh (dalam Nunan)
Susunan informasi (teks yang berisi informasi yang disusun secara kronologis lebih mudah dipahami daripada yang tidak kronologis)
Latar belakang pengetahuan penyimak mengenai topik yang disimak
Kelengkapan dan kejelasan (disajikan eksplisit) informasi yang disimak
Pembicaraan lebih banyak menggunakan kata ganti daripada menggunakan kata benda secara lengkap
Yang dideskripsikan dalam teks yang disimak mengandung hubungan statis ataukah dinamis.
Hubungan statis misalnya bentuk-bentuk geometrik
Hubungan dinamis, misalnya kecelakaan di jalan raya
Hubungan statis lebih sulit dipahami daripada yang mengandung dinamis.
Perbedaan Siswa dalam menyimak
ü Anak-anak dalam kelas yang sama tidak harus persis sama
ü Guru harus memperhatikan perbedaan kemampuan siswa
ü Anak yang rendah kemampuan menyimaknya, perlu diberi tugas yang lebih mudah dari anak yang lain
ü Alternatif lain anak diberi kesempatan menyimak berulang-ulang
Strategi meningkatkan kemampuan menyimak
Ø Berikan cerita yang tidak terlalu panjang
Ø Sebelum dibaca, guru menjelaskan lebih dahulu etika dalam menyimak
Ø Setelah dibaca, lakukan diskusi mengenai bagian cerita yang patut dipuji atau yang perlu diperbaiki
Ø Guru menuliskan bagian-bagian positif dan negatif di papan tulis atau melalui media lain
Ø Minta siswa memberikan komentar atau pertanyaan
Tugas MK Studi Naskah BI
hallo teman-teman kelas A S3 PEDI, mana hasil kerjanya ? ditungguin di email, kok tak ada yang masuk hasil karyanya. kalau lupa email saya, nich saya beritahu lagi : sapricania@gmail.com
Puasa menuju manusia paripurna
Manusia paripurna (taqwa) merupakan dambaan setiap insan mukmin yang melaksanakan ibadah puasa karena memang itulah tujuan ibadah ini. Di sisi Allah manusia yang paling mulia adalah manusia yang bertaqwa bukan manusia yang banyak hartanya, yang luas kebun sawitnya, yang tinggi jabatannya, yang cantik rupanya, yang mewah rumah dan mobilnya, dan sebagainya kemewahan dunia. Allah memerintahkan kita untuk mendapatkan prediket manusia paripurna ini sebagai firmannya dalam surat ali-Imran:102:
يأيهاالذين امنوااتقواالله حق تقاته ولاتموتن إلاوأنتم مسلمون
Mengapa kita perlu bertaqwa?
Pertama, Allah dan Rasulullah saw memerintahkan kita
Kedua, banyak ganjaran yang dijanjikan Allah bagi mereka yang bertaqwa, antara lain:
a. Orang yang bertaqwa akan dicintai oleh Allah (ali-imran: 76)
b. Allah akan memberikan Furqan (sikap mukmin yang mampu membedakan antara yang hak dan bathil dalam berbagai aktivitasnya (al-Anfal: 29)
c. Allah akan mengampuni kesalahan dan dosa-dosa orang yang bertaqwa (al-Anfal: 29)
d. Allah akan memberikan solusi dari setiap persoalan yang kita hadapi,
e. Allah akan memberikan rizki dari arah yang tidak kita duga,
f. Allah akan memudahkan segala urusan kita (ath-Thalaq:2-5)
MAU?
Puasa bulan pendidikan rohani
jika kita perhatikan berbagai aktivitas ibadah yang kita lakukan di bulan Ramadhan ini mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi, maka kita bisa menyimpulkan bahwa pada bulan ini diri kita yang melaksanakan puasa mendapat pendidikan rohani yang luar biasa dibanding dari bulan-bulan lainnya. Pada bulan ini kita, mulai dari terbit fajar kita mampu menahan diri untuk tidak makan, minum, dan berhubungan badan bagi suami-istri, padahal itu halal. Setiap malam kita melaksanakan shalat Qiyamul lail (Tarawih), membaca al-Qur’an, berinfaq, bersedekah, dan sebagainya dalam rangka berta’abud kepada Allah. Ditambah lagi di hampir setiap masjid diadakan kuliah ramadhan untuk menambah pengetahuan agama sebagai upaya memberi kualitas terhadap ibadah kita. Kebiasaan kita pada bulan ini adalah memberikan bukaan puasa bagi saudara-saudara kita yang berpuasa baik di masjid-masjid, mushalla, dan di jalan-jalan di tempat pemberhantian musafir. Maka benarlah Allah mengatakan :antashumuu khairullakum
jangan marahi anak
Rasulullah saw sangat melarang kita untuk marah apalagi kepada anak sendiri, la taghdab la taghdab la taghdab
Hello world!
Selamat datang di dagdigdug.com. Ini merupakan post pertama Anda. Sunting atau hapus artikel ini, dan selanjutnya kami ucapkan selamat ngeblog!